TAJAM – Rasulullah SAW bersabda, “Sabar terbagi atas tiga bagian, yaitu sabar terhadap musibah, sabar dalam ketaatan, dan sabar dalam menjauhi maksiat.”

Barang siapa bersabar pada saat mendapatkan musibah dan menerimanya dengan lapang dada, Allah SWT akan menulis baginya sebanyak 300 derajat (di surga), dan jarak masing-masing derajat sejauh jarak langit dan bumi.

Barang siapa bersabar dalam ketaatan (menjalankan perintah Allah SWT), Allah SWT akan menulis baginya sebanyak 600 derajat (di surga), dan jarak masing-masing derajat sejauh jarak langit dan bumi hingga masuk ke dalam tujuh lapisan bumi.

Barang siapa bersabar dalam menjauhi maksiat (meninggalkan dosa), Allah SWT akan menulis baginya (di surga) sebanyak 900 derajat dan jarak masing-masing derajat sejauh dua kali lipat dari jarak bumi dengan arsy al-a’la hingga batas akhirnya.

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani KS berkata, “Agama dibangun atas tiga kaidah: bersabar atas takdir Allah SWT, bersabar dalam melaksanakan perintah-Nya, dan bersabar dalam menjauhi larangan-Nya.”

Bersabar atas takdir yang diberikan adalah tingkatan sabar yang paling bawah. Sebab, setiap manusia, baik muslim maupun kafir, yang baik maupun yang jahat, sengaja ataupun tidak sengaja dapat bersabar menghadapi bencana dan musibah yang datang.

Tingkatan sabar yang kedua adalah bersabar dalam melaksanakan segala perintah Allah SWT. Sebab, kebanyakan perintah Allah SWT mengandung perkara-perkara yang disukai nafsu, seperti keadilan, kebaikan, keikhlasan, dan akhlak terpuji.

Bersabar terhadap dosa-dosa, yakni mengendalikan hawa nafsu sambil melawan keinginan dan menyeret hawa nafsu dari tabiatnya lebih sulit dan lebih berat daripada yang lainnya. Setiap orang yang bersabar dan tidak melakukan segala sesuatu yang menimbulkan dosa yang disukai hawa nafsu telah meninggalkan kekasih (nafsu) di dunia yang fana dan memilih kekasih (Allah SWT) yang kekal di dunia dan akhirat. Sementara itu, orang yang dapat bersabar terhadap hal ini hanyalah orang-orang yang setia kepada janjinya terhadap Allah SWT. (Faidhul Qadir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here