TAJAM – Wali Kota Fasha memimpin rapat bersama seluruh kepala sekolah TK, SD dan SMP swasta di Kota Jambi. Pada rapat dengan model physical dan social distancing yang berlangsung di lapangan tenis Dinas Pendidikan Kota Jambi, Senin (4/5) itu, menindaklanjuti surat edaran Walikota Jambi terkait kebijakan untuk meringankan  SPP pada siswa yang ada di sekolah swasta.

Walikota Jambi Syarif Fasha mengatakan, seluruh kepala sekolah TK, SD dan SMP swasta sengaja dikumpulkan pihaknya untuk menanyakan kesiapan sekolah swasta terhadap himbauan yang sudah diekluarkan.

“Tadi sudah saya sampaikan. Seluruhnya Kepsek sepakat, mereka akan segera merumuskan hal tersebut dan dalam waktu dekat akan diputuskan,” kata Fasha.

Terkait nominal yang akan dipotong nantinya sebut Fasha, diserahkan sepenuhnya pada masing-masing sekolah.

“Ini dilakukan untuk menjawab keluhan masyarakat kota Jambi terkait kebijakan dunia pendidikan sekolah swasta,” imbuhnya.

Kata Fasha, pihaknya menunggu satu minggu dari sekarang (kemarin, red) untuk sekolah swasta melaporkan keputusan pemotongan tersebut.

“Nanti akan kami umumkan, sekolah apa dan potongannya berapa. Semua keringan ini tanpa melihat keluarga mampu dan tidak mampu, semua sama,” ungkap Fasha.

Lebih lanjut Fasha menyebutkan, pemerintah pusat melalui Menteri Pendidikan sudah mengeluarkan keputusan Permendikbud nomor 19 tahun 2020 terkait pengunaan dana bos.

“Salah satu pointnya bisa membayar honor guru pakai dana BOS,” katanya.

Sementara Markus Wahyudi Kepala SMP Xaverius 1 Jambi mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti himbauan walikota terkait dispensasi SPP. Pihak yayasan nantinya akan menyesuaikan besaran dispensasi tersebut.

“Berapa besarannya nanti kita sesuaikan,” katanya.

Ditempat yang sama, Kepala SD Pertiwi 1, Azizah mengatakan, saat ini pihaknya tak kesulitan lagi dalam melakukan dispensasi SPP kepada siswa. Sebab, sekolahnya merupakan sekolah swasta gratis yang dibiayai oleh pemerintah.

“Total murid SD kami ada 406, hanya 27 yang bayar SPP. Mungkin nanti yang 27 ini apakah kita gratiskan atau kita potong sebagian, karena merupakan siswa mampu,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here