TAJAM – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Jambi terus mempersiapkan berbagai langkah strategis dalam penanganan pandemi corona di Kota Jambi. Hal itu seiring dengan semakin meningkatnya lonjakan pasien dalam pengawasan di Kota Jambi. Paling anyar, Pemkot merencanakan perekrutan relawan tenaga kesehatan maupun non kesehatan untuk diperbantukan menangani pasien Covid-19 di rumah sakit, termasuk tenaga pengurusan dan penguburan jenazah Covid-19. Selain itu, Pemkot juga sudah berencana untuk mempersiapkan lahan pemakaman khusus korban Covid-19.

Upaya antisipasi itu disampaikan Wali Kota Jambi H. Syarif Fasha yang juga sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Jambi dalam rapat koordinasi bersama unsur Forkompimda, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Perwakilan Perguruan Tinggi Kesehatan, serta majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Jambi.

Dalam rapat koordinasi dengan model social distancing di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Jambi yang langsung dipimpin oleh Wali Kota Syarif Fasha, Senin (27/4) itu, turut dihadiri Wakil Wali Kota Maulana, Sekda Budidaya serta jajaran Pemerintah Kota Jambi.

Rapat tersebut diawali dengan penyampaian gagasan Wali Kota Jambi Syarif Fasha yang juga Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Jambi. Dimana ada beberapa opsi yang sudah dipersiapkan oleh pemerintah. Seperti menambah jumlah kamar tidur khusus pasien Covid-19 sebanyak 65 kamar. Selain itu juga pemerintah berencana merekrut relawan baik tenaga kesehatan maupun non kesehatan untuk diperbantukan menangani pasien Covid-19 di rumah sakit.

“Jumlah tenaga kesehatan yang ada perlu ditambah guna mengantisipasi lonajakan pasien atau adanya angka kematian. Kita tidak bisa hanya mengandalkan tenaga kesehatan yang ada di Abdul Manap dan Puskesmas,” katanya.

Fasha mengatakan bahwa relawan tenaga kesehatan akan melibatkan banyak perawat muda yang sudah menyelesaikan masa pendidikannya, atau merupakan mahasiswa semester akhir. Selain itu, rapat tersebut juga guna mengkaji usulan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sebab, menurutnya, Kota Jambi sudah dikelilingi kabupaten/kota yang sudah ada pasien positif Covid-19.

“Jika memungkinkan kita akan usulkan untuk PSBB. Mungkin dilihat dari sisi kesehatan. Point-point apa yang sudah tercapai dan yang belum tercapai untuk PSBB ini. Karena mengacu dari data yang ada, bisa saja menambah 2 kali lipat jumlah pasien di Kota Jambi ini. Kami berharap tak ada korban jiwa,” kata Fasha.

Ia juga menjelaskan bahwa untuk mengantisipasi adanya korban jiwa, pemerintah juga akan merekrut relawan tenaga pemakaman dan tenaga pengurus jenazah. Hal ini bisa diambil dari tenaga kesehatan, dan anggota TNI/Polri. Selanjutnya akan diberikan pelatihan khusus untuk menangani dan mengurus jenazah pasien khsusus Covid-19.

“Kami juga tidak mau sampai ada penolakan di masyarakat. Makanya kami juga sudah siapkan tempat pemakaman umum (TPU) Pusara Agung yang ada di Jalan Lingkar Selatan 1 Dekat DLAJ Provinsi yang lama. Itu khusus muslim, kalau yang non muslim akan kita koordinasikan dengan pemuka agama masing-masing,” ujar Fasha.

Kata Fasha, jika memiliki sayarat yang cukup, memiliki dedikasi, loyalitas, dan integritas yang baik, maka tenaga relawan yang direkrut ini akan dijadikan honor daerah, dan digaji melalui APBD, setelah Covid-19 ini selesai.

“Untuk sementara kami berikan insentif bagi para relawan ini nantinya,” katanya.

Sementara Wakil Walikota Jambi, Maulana mengatakan bahwa pemerintah Kota Jambi saat ini tengah mengkaji rencana perekrutan relawan tersebut. Kata dia, pemerintah masih menghitung tenaga kesehatan yang ada.

“Penambahannya tentu secara asumsi maksimal berdasarkan tracking kontak pasien positif Covid-19 di Kota Jambi in,” katanya.

Ia menambahkan, secara normal, setiap hari pemerintah membutuhkan 11 orang setiap shiftnya untuk menjaga ruangan pasien.  Dalam 1 hari, ada sebanyak 3 shift, maka dibutuhkan 33 orang setiap harinya. Ini belum memperhitungkan isolasi ketat.

“Maka bisa diperkirakan butuh penambahan sekitar 40-50 relawan. Ditambah lagi petugas pengurus jenazah itu sekitar 10 orang yang dbagi dalam 2 tim,” ujarnya.

Perekrutan sendiri harus sesuai prosedur dan memperhatikan syarat-syarat khsusus. Untuk tenaga kesehatan harus memiliki STR (Surat Tanda Registrasi), serta memiliki kompetensi dibidangnya, dan siap siaga 24 jam.

“Nantinya akan di SK-kan oleh Pak walikota, kemudian diberi pelatihan khsusus dalam menangani pasien Covid-19 ini,” katanya.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Kota Jambi, Ida Yuliati mengatakan bahwa untuk SOP pemakaman Covid-19 sudah ada panduannya. Khusus untuk perekrutan relawan ini, saat ini tengah memperhitungkan data dari pihak rumah sakit dan juga puskesmas.

“Setelah ada kajian itu, baru akan kita umumkan berapa kita butuh relawan ini,” katanya.

Sementara itu, untuk kemungkinan mengusulkan PSBB ke pemerintah pusat, Ida mengatakan bahwa masih ada point-point yang belum terpenuhi. Seperti adanya kasus meninggal dan penambahan jumlah kasus secara signifikan.

Ketua MUI Kota Jambi KH Tarmizi Sibawaihi mengatakan bahwa pihaknya siap berkoordinasi dengan pemerintah Kota Jambi terkait penanganan jenzah pasien Covid-19. Ia mengaku siap untuk memberikan pelatihan kepada pada petugas.

Selain itu, ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk menyempatkan berdoa sebelum berbuka puasa. Agar kiranya Allah SWT mengangkat, menghilangkan dan melenyapkan segala penyakit dan musibah yang menimpa umat manusia saat ini, termasuk penyakit Korona ini. Selanjutnya juga mendoakan kesembuhan saudara-saudara yang berada di rumah sakit ataupun yang ada dirumah.

“Saya himbau agar bisa meluangkan waktu 5-10 menit untuk berdoa supaya Allah SWT mengangkat, menghilangkan dan melenyapkan penyakit dari muka bumi ini, termasuk Virus Korona ini. Karena doa orang yang sedang berpuasa itu merupakan salah satu doa yang akan diijabah oleh Allah SWT,” katanya.

USAHAKAN UJI SWAB MANDIRI

Pemerintah Kota Jambi terus berupaya melakukan uji swab mandiri atau Polymerase Chain Reactioan (PCR) untuk melakukan tes terhadap pasien yang terinfeksi Virus Corona (COVID-19).

Rencananya Pemerintah Kota Jambi menjalin kolaborasi dengan Universitas Jambi, Balai POM dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Jambi.

Wakil Wali Kota Jambi Dr dr Maulana mengatakan, ada beberapa manfaat jika pemeriksaan PCR tersebut dapat dilaksanakan secara mandiri, diantaranya dapat meningkatkan kapasitas SDM di Provinsi Jambi. Selanjutnya memperpendek waktu pemeriksaan, sehingga pengambilan keputusan dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19 bisa dilaksanakan dengan lebih cepat.

“Selama ini kita menunggu waktu yang Panjang untuk treatmen dengan pemeriksaan PCR secara mandiri ini dapat mengefisiensikan biaya dan lain-lain,” kata dr Maulana.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here